Kompor Kita

Tag

, , , , ,

Memasak di alam terbuka

Kompor pendaki ada bermacam-macam. Mulai kompor lapangan berbahan bakar parafin (yang hukumnya wajib bagi siswa BATRA), kompor pompa (minyak tanah- yang kini sudah langka, atau Primus berbahan bakar bensin), kompor gas portable, hingga Trangia- yang merupakan kompor favorit pendaki masa kini. Dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing, jenis manapun yang dibawa- kompor adalah perlengkapan yang memang ‘wajib’ dibawa, terutama untuk pendakian-pendakian yang berdurasi lebih dari satu hari (harus bermalam).

Continue reading »

PERJALANAN TIM FASTRON EUROASIA EXPEDITION YEPE 2011 “Dari Merak ke Sumatra”#5

Oleh: Silka Abyadati, YP-242-BA, anggota tim Ekspedisi

H+7. Minggu, 4 September 2011

Pemandangan sore ini. Tempat tidur malam ini. Kec. Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Selatan

Nikmatnya suasana pantai Kedai Tiga Barus kami rasakan mulai malam tadi sampai pagi ini.Camping ground terseru selama sepekan perjalanan kami! Hamparan laut dan langit biru, dengan kilauan pasir putih pantainya membuka mata kami bahwa untuk urusan alam, Indonesia memang kaya!Subhanallaah…

Continue reading »

PERJALANAN TIM FASTRON EUROASIA EXPEDITION YEPE 2011 “Dari Merak ke Sumatra”#4

Oleh: Silka Abyadati, YP-242-BA, anggota tim Ekspedisi

H+5 Jumat, 2 September 201

Sibolga, dengan koordinat N01o 44156, E 098o 46561, menjadi tujuan perjalanan GF hari ini. Jam 08.36 keempat mobil bernama tokoh wayang melaju meninggalkan Batusangkar. Satu setengah jam perjalanan , kami memasuki kawasan Bukinggi. Di daerah ini terdapat tugu tiik nol equator. Mengingat hari ini adalah hari Jum’at, dimana umat muslin wajib melaksanakan sholat Jumat, kami berhenti di daerah Panti – Pasaman untuk melaksanakan sholat di kampng sekitar. Beruntungnya, kami yang perempuan juga menemukan mushalla di daerah tersebut. Meskipun tidak semua anggota ekspedisi melaksanakan sholat Jumat, tapi tenggang rasa di antara kami cukup tercipta hari demi hari.

Continue reading »

PERJALANAN TIM FASTRON EUROASIA EXPEDITION YEPE 2011 “Dari Merak ke Sumatra”#3

Oleh: Silka Abyadati, YP-242-BA, anggota tim Ekspedisi

H+3. Rabu, 31 Agustus 2011
Sholat Ied di Painan dilaksanakan pukul 08.30 pagi, berlokasi di Lapangan Kab. Pesisir Selatan. 09.10, Tim meninggalkan Painan menuju Padang dan tiba di sana pukul 13.00. Bekas gempa di Padang 2009  masih dapat disaksikan dengan jelas. Pusat kota tua Padang juga masih menyimpan retakan gedung tua akibat gempa.

Bangunan korban gempa Padang

Hotel Ambachan, yang sempat terkenal saat peristiwa gempa, kini dalam proses pembangunan ulang. Selesai makan di RM Pagi-Sore, Tim rolling on  ke Payakumbu, membutuhkan waktu kira-kira 3 jam. Satu setengah jam dari Padang, kami memasuki kawasan hutan yang merupakan Taman Hutan Raya Bung Hatta. Setelah itu, berturut-turut kami melewati daerah Padang Panjang, Padang Pariaman, Tanah Datar dan Batusangkar. Di Batu Sangkar ini kami menginap di rumah salah satu anggota ekspedisi, Aldi.

Continue reading »

PERJALANAN TIM FASTRON EUROASIA EXPEDITION YEPE 2011 “Dari Merak ke Sumatra”#2

Oleh: Silka Abyadati, YP-242-BA, anggota tim Ekspedisi

H+1. Senin, 29 Agustus 2011
Setelah puas meluruskan tubuh di kasur, perjalanan tim hari ini adalah ditargetkan menuju Painan, dengan harapan dapat melaksanakan sholat Idul Fitri di hari Selasa. Pukul 09.40, GF mengisi bensin di POM Bensin di Kec. Bukit Kemuning. Lepas dari kemuning, jalanan naik dan berkelok. Tebing kapur di sebelah kiri terus menemani perjalanan. HIngga akhirnya pukul 12.41, GF melintasi papan ucapan: SELAMAT DATANG DI LIWA KOTA BERBUNGA, BERBUDAYA PENUH KENANGAN.

Di bukit liwa. Lampung utara

Di bukit liwa. Lampung utara

Continue reading »

PERJALANAN TIM FASTRON EUROASIA EXPEDITION YEPE 2011 “Dari Merak ke Sumatra” #1

Oleh: Silka Abyadati, YP-242-BA, anggota tim Ekspedisi

H. Minggu, 28 Agustus 2011

Perjalanan keempat mobil Grand Fortuner (GF) dan ke-enambelas tim ekspedisi dimulai dari kediaman Bapak Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa. Sebagai putra beliau, Andika Monoarfa YP 255 KR yang memegang tanggung jawab sebagai Manager Ekspedisi, tampak semangat di pukul 2 pagi itu. Menjelang waktu sahur, keempat GF merapat ke POM Bensin Kuningan untuk mengisi tangki bensin dan 3 jurigen cadangan (masing-masing 15 liter) dengan pertamax biru. Setelah bersantap sahur dengan bubur ayam, tim melakukan do’a bersama di halaman rumah. Acara seremonial pengkrabatan anggota YEPE pun dilakukan kepada Dr.Andrianto dan ‘Crack’ Palinggi, 2 dari 16 anggota tim ekspedisi yang memang belum sempat dikerabatkan. Alhasil seluruh tim yang berangkat ekspedisi adalah membawa identitas sebagai anggota YEPE.

Continue reading »

Hari 2 Ekspedisi Mahengetang: KM Marin Teratai

Hari 2: Sabtu, 9 Juli 2011

Karena tidak disimpan dengan baik, kami kelilangan transect quadrant, sebuah alat bantu penelitian terumbu karang berupa potongan-potongan pipa PVC yang bila disatukan membentuk bingkai kuadran/persegi.

Sore itu, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan dari Manado menuju Tahuna, Ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe. Proses loading barang menuju barang tidaklah mudah. Kami harus melewati papan-papan sempit dan melintasi kapal yang lain untuk dapat sampai di kapal KM Marin Teratai  yang akan membawa kami.

Hari 1 Ekspedisi Mahengetang: ‘Membongkar’ Hercules

Hari 1, Jumat 08 Juli 2011

Meningkatnya aktivitas Gunung Soputan (1.809 mdpl) di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, mencapai puncaknya berupa erupsi pada Minggu, 3 Juli 2011. Aktivitas Gunung Soputan tersebut membuat Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado sempat ditutup dan mengancam rencana perjalanan kami yang akan mendarat disana pada Jumat 8 Juli 2011. Namun, alam berkehendak lain, beberapa hari sebelum keberangkatan, aktivitas gunung mereda, sehingga kami dapat mendarat di Pangkalan Udara TNI-AU Sam Ratulangi seperti yang telah direncanakan. Sebuah awal yang melegakan dalam pencapaian kesuksesan “Mahengetang Submarine Volcano”, sebuah ekspedisi penyelaman kerjasama antara Tim Pendaki Gunung dan Penjelajah Alam YEPE Malang denganFisheries Diving Club (Fishdic) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang.

Ekspedisi berlokasi di Pulau Mahengetang, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Lokasi tersebut memiliki gunung api bawah laut yang berada hanya 300 meter dari sisi barat daya Pulau Mahengetang. Titik kepundan gunung ditandai oleh keluarnya gelembung di antara bebatuan di kedalaman 8 meter dengan suhu air rata-rata 37-38 derajat Celsius dimana di sejumlah lubang mengeluarkan air panas.

gelembung-gelembung keluar dari sela bebatuan gunung api bawah laut

Continue reading »

Tim Ekspedisi EuroAsia YEPE 2011 Diberangkatkan

Tim Ekspedisi EuroAsia YEPE 2011 Diberangkatkan
Headline News / Umum / Rabu, 17 Agustus 2011 11:08 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Ekspedisi EuroAsia YEPE 2011 tepat bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun Kemerdekaan ke-66 Republik Indonesia, diberangkatkan. Tim yang terdiri dari pendaki gunung dan penjelajah alam Young Pioneer (Yepe) itu akan melakukan perjalanan Napak Tilas Marcopolo.

Ajang itu memang resmi digelar untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-66 RI. Perjalanan ini merupakan sebuah ekspedisi lintas benua Asia dan Eropa yang akan menempuh jarak sejauh 27 ribu km. Tim akan melintasi 23 negara dan sekitar 60 kota selama 90 hari (sekitar tiga bulan). Startnya dari Jakarta dan berakhir di Venice, Italia. Venice adalah tempat kelahiran Marco Polo yang menjadi latar belakang dari ekspedisi ini.

Ekspedisi Napak Tilas Marcopolo itu sebagai uji ketahanan fisik dan mental para penjelajah. Dan juga tentunya kendaraan yang dipakai serta pelumas mesin dari kendaraan itu sendiri.

Tim ekspedisi yang berisi 16 orang yang mengendarai empat mobil dilepas dari Gedung Pertamina Jakarta. Jauh dari itu semua, ekspedisi itu pun sekaligus promosi pariwisata Indonesia ke penjuru dunia. Ekspedisi itu didukung Pertamina, Toyota, dan Metro TV sebagai media partner yang akan melaporkan serangkain ekspedisi hingga akhir.(DSY)

 

Pelepasan tim Ekspedisi Fastron Euro Asia YEPE 2011 dari Kantor Pusat Pertamina (8-11 Metro TV, 17 Agustus 2011 11.00 WIB)

Bagian 1

Bagian 2

Bagian 3

Bagian 4

Semangat Ramadhan YEPE!

Berpuasa bukan berarti kegiatan seputar alam terbuka terhenti. Seperti tahun sebelumnya, puasa tahun ini diisi anggota-anggota muda YEPE dengan berlatih panjat tebing di Tebing Lembah Kera, Pagak, Malang Selatan. Hebatnya lagi, anggota-anggota muda YEPE tidak satupun ada yang meninggalkan kewajiban selama bulan Ramadhan, yaitu berpuasa dan solat Tarawih.

Bagas Jiwandas Wicaksonos

Bagas Jiwandas Wicaksono

Berpuasa sambil berkegiatan dan solat Tarawih di alam bebas rupanya meninggalkan kesan istimewa bagi Bagas Jiwandas Wicaksono, anggota muda YEPE yang tergabung dalam BATRA 25. Berikut kisah yang ditulis oleh Bagas.
——————————–

 

 

 

 

Bulan Ramadhan memang bulan yang penuh berkah. Bagi sebagian orang, termasuk saya nih, bulan ramadhan identik dengan mendapat pahala yang banyak dengan bermacam cara. Dari mulai tidur berpahala, tilawah berpahala (gede bgt nih), sampai menyediakan buka bagi kaum dhuafa’. Tak sedikit pula dari masyarakat kita yang justru menggunakan momen berpahala ini hanya untuk bermalas-malasan. Semisal ada kawan kita mengajak ke suatu tempat, pasti ada aja yang ngejawab ,“ malas ah, tidur aja biar dpt pahala”. Nah gimana jadinya kalo tiap orang yang di tanya jawabnya kayak gitu pas bulan-bulan ramadhan gini. Wah, boleh jadi tiap siang hari sepi dah Kota Malang nih. Ckckc….

Namun, tidak bagi saya. Justru momen seperti ini, wajib di isi dengan kegiatan-kegiatan yang menarik, menantang tentunya, dan yang pasti tetap tidak melanggar kewajiban berpuasa. Panjat tebing. “Poso2 kok penek’an,ga kesel a (puasa-puasa kok manjat, ga capek ta)??”. Macam itulah pertanyaan yang di lontarkan beberapa kawan saya ketika di tanya mau kemana. Namun saya tak ambil pusing dan menjawab sesuka hati aja. “aq ga betah ndk omah,rek. (saya ndak betah dirumah)” haha…

Continue reading »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.